Southampton Si Cantik Yang Belum Beruntung

Southampton Si Cantik Yang Belum Beruntung

Southampton Si Cantik Yang Belum Beruntung

Sepakbola dapat menjadi pertandingan yang kasar dengan realita yang pahit. Terkadang tim yang tampil dengan baik tak memenangi pertandingan. Yang terjadi di Goodison Park pada pertandingan antara Everton melawan Southampton membuktikan itu. Mungkin selisih kemampuan antara kedua tim yang bertanding juga sangat tipis. The saints dalam beberapa pertandingan terakhir sebelum melawan Everton sedang dalam tren buruk, kalah dalam penguasaan bola, kalah dalam permainan, dan tak bisa mencetak cukup peluang untuk memenangkan pertandingan, dan akhirnya kalah. Namun pertandingan di Goodison Park tak berjalan demikian. Everton tak tampil dengan dominasi total, tapi mereka memenangi pertandingan, sementara Southampton menjadi tim yang memiliki catatan statistik terbaik pada pertandingan tersebut dan gagal meraih satu poin pun.

Everton memanfaatkan kesempatan dengan baik, tak ada komplain yang dapat disematkan pada mereka, tapi the Saints juga tampil tak buruk-buruk amat untuk menjadi tim yang pulang dengan kepala tertunduk. Jika sepakbola menjadi olahraga yang diputuskan melalui keputusan juri daripada banyaknya gol, mungkin suporter Southampton merasa timnya bisa menjadi salah satu dari tiga tim teratas klasemen Premier League. Sayangya realita tidak memihak klub itu, mereka harus bangkit dan kembali ke jalan yang benar. Tim itu tak boleh membiarkan pemain mereka terpuruk terlalu jauh. Goodison Park selalu menjadi batu kesialan bagi klub berjuluk the saints, jadi ekspektasi yang mereka bawa saat kesana tidak terlalu besar. Namun Everton yang tampil pada hari itu bisa sangat efektif dalam memanfaatkan peluang.

Kekalahan akan melahirkan kambing hitam, siapapun dan dimanapun tempatnya. Suporter the saints bisa menganggap kekalahan hari itu terjadi karena andil dari wasit. Mark Clattenburg adalah wasit yang membawa ‘kesialan’ bagi mereka (Southampton tak pernah memenangi pertandingan Premier League selama dia berada sebagai ofisial pertandingan). Southampton selalu merasa tak pernah mendapatkan keputusan yang adil bila Mark Clattenburg yang ada di lapangan, sama juga dengan pertandingan itu. Mungkin suporter mereka menganggap bahwa handsball terjadi di kotak penalti Everton. Namun yang perlu mereka pahami adalah bukan Goodison Park atau Mark Clattenburg yang membuat timnya kalah di pertandingan itu. Tim berjuluk the saints sendiri yang tak bisa memanfaatkan berbagai peluang yang hadir di depan gawang Everton. Mungkin mereka akan berpikir, bagaimana posisi Southampton di klasemen Premier League bila memiliki seorang striker seperti Lukaku di posisi ujung tombak?

Secara pribadi saya sangat menyukai gaya bermain Southampton, mereka memainkan sepakbola cantik dan serangan yang impresif, satu-satunya kekurangan adalah tak memiliki striker tajam di depan. Padahal serangan bagus tanpa striker berarti omong kosong dan bisa membuat tim kehilangan poin lagi.