Shinji Kagawa Memberikan Moyes Dilema Seleksi Pemain

Shinji Kagawa Memberikan Moyes Dilema Seleksi Pemain

Shinji Kagawa Memberikan Moyes Dilema Seleksi Pemain

Shinji Kagawa tampak kembali ke performa terbaiknya melawan bayern Leverkusen & bisa menjadi kunci sukses Manchester United. Tanpa diragukan lagi, Manchester United memberikan kinerja yang paling mengesankan mereka di musim ini saat melawan Bayer Leverkusen tadi malam. Klub Jerman tersebut tidak pemalas – mereka yang terbaik kedua di Bundesliga sekarang. Dan mereka dibongkar tanpa ampun, kejam, dan indah oleh United. Itu bukan performa klasik United dengan sepak bola yang mengalir dan mendrible bola dengan artistik estetis yang menyenangkan. Ini adalah kemenangan dengan perjuangan  keras. Ada sebuah titik dalam permainan di mana United mengumpan pada akurasi kurang dari 70%. Namun, mereka tampak terlihat lebih dari tim di musim lalu – di mana semua orang di lapangan memberikan kontribusi untuk penghitungan gol: bahkan pemain dari tim lain.

Sementara Wayne Rooney layak dengan sejumlah besar pujian untuk kontribusinya dalam empat gol yang di cetak  di  Leverkusen. Dalam sebuah tim yang hilang top skorer mereka, kapten dan jenderal lapangan tengah, Kagawa benar-benar telah melangkah. Kewaspadaan yang ia jaga di lini tengah Leverkusen terlihat sebagaimana ia memerankan peran Carrick dalam tim, memecah permainan dan menyebarkan bola bila diperlukan. Bersama dengan Giggs yang abadi, Kagawa mendominasi lini tengah. Dia berkepala dingin, menempatkan bola dengan presur yang ketat di setengah lapangan wilayah sendiri dan dengan cerdik bergerak sampai ke ujung lapangan untuk striker.

Kontribusinya di bagian lini depan pun tak kalah. Dia memiliki andil besar dalam dua gol pertama, menyiapkan langkah untuk kemudian Valencia yang berhasil menyelesaikan sentuhan terakhirnya dan juga memenangkan tendangan bebas di mana gol bunuh diri seperti yang dilakukan oleh pemain Leverkusen. Kemudian dia juga ikut andil dimana ia memberikan umpannya kepada Rooney untuk mengkreasikan gol keempat. Permainanya benar-benar memecah pertahanan Leverkusen. Bahkan lebih penting lagi, adalah kehadiran nyata di sepertiga akhir, yang melibatkan Nani dan Valencia dengan memotong umpan pendek ke sayap. Bila perlu, ia bahkan cukup percaya diri untuk mengambil celah  pada gol yang di ciptakan. Ini ironis bahwa revitalisasi Kagawa muncul sekali lagi di tanah Jerman mengingat masa lalunya di klub Bundesliga Borussia Dortmund.

Ini bukan suatu kebetulan bahwa kembalinya Kagawa ini bertepatan dengan kembali ke posisi nomor 10 nya. Jika ada, penampilannya melawan Leverkusen menjelaskan fakta bahwa itu suatu kesalahan untuk menempatkan dia di sayap. Tidak ada untuk cara apapun bagi Moyes yang akan mengorbankan Van Persie, tapi Kagawa seperti pemain yang muncul pada pertandingan Rabu dan akan masuk ke tim mana pun. Moyes memiliki masalah Kelas A di tangannya.