Agen Sbobet Indonesia Tidak Dihargai Higuain Ke Napoli

Tidak Dihargai Higuain Ke Napoli

Tidak Dihargai Higuain Ke Napoli

Agen Sbobet Indonesia – Gonzalo Higuain telah meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan proyek baru Rafa Benitez di Napoli. Kepindahan ini mengakhiri kebersamaannya dengan Madrid selama 6 tahun 6 bulan sebagai pemain bernomor punggung 20, di mana pemain Argentina ini mencetak 122 gol dalam 266 penampilannya bersama Los Blancos.

Sulit dimengerti mengapa seorang striker berumur 25 tahun, dicintai fansnya, dan maaih belum berada pada performa puncaknya, sampai meninggalkan salah satu tim terbaik dunia. Sayangnya, bagi Higuain, meskipun telah menunjukkan performa yang impresif dan memperoleh banyak gelar, dia merasa tidak pernah dihargai Real Madrid seperti yang seharusnya. Terdapat beberapa momen selama dia di Real Madrid dimana perasaan ini terlihat sangat jelas. Higuain tiba di Bernabeu bulan Januari tahun 2007 sebagai seorang remaja dengan banyak potensi. Kedatangannya bertepatan dengan pertengahan masa-masa yang merupakan salah satu era yang paling dramatis dalam sejarah Real Madrid, dia datang saat Real Madrid tengah berjuang keras, empat tahun tanpa sebiji trofi pun, dan Fabio Capello sedang berusaha mempertahankan jabatannya.

Madrid akhirnya bangkit memenangkan trofi yang lama dinantinya, setelah Higuain mencetak 2 gol krusial sepanjang musim, satu gol penyeimbang kedudukan saat melawan Atletico Madrid, dan gol menit-menit terakhir penentu kemenangan Espanyol di Bernabeu setelah comeback yang luar biasa dengan skor akhir 4-3. Setelah gol penentu ini, Ruud van Nistelrooy mengambil seragam Higuain yang terlepas saat selebrasi, dan mengangkatnya tinggi-tinggj di depan para fans. Van Nistelrooy tahu kualitas Higuain muda, dan dia merasa para fans harus memberinya apresiasi lebih.

Dalam perjalanannya bersama Real, Higuain muda yang berusia 18 tahun memiliki masalah menjaga ketenangan di depan gawang, dan para fans mulai tidak sabar terhadapnya. Hebatnya, beberapa fans dan jurnalis selalu mengaitkan Higuan dengan ketidaktenangannya di depan gawang, walaupun pada akhirnya Higuain mampu mengatasi masaah ini, dan bahkan melampaui perolehan gol Ronaldo di tahun 2010, sesuatu yang tentu tidak mudah.

Saat Florentino Perez menggelontorkan 30 juta pound untuk memdatangkan Karim Benzema di tahun 2009, Higuain bukanlah lagi pilihan utama di depan gawang, meskipun terkesan tidak adil, karena dia baru saja menjalani musim terbaiknya dengan menjadi top skorer, 24 gol semusim. Karena kecintaan sang presiden klub terhadap Benzema — dia datang sendiri ke Lyon untk mendapatkan tandatangan Benzema — media pun ikut menaruh perasaan yang sama, yaitu lebih menjagokan Benzema, meski yang bersangkutan sering tampil mengecewakan. Favoritisme ini terutama sangat jelas ketika Florentino Perez, yang biasanya merupakan pribadi yang sangat tenang, melompat dari kursinya untuk merayakan gol Benzema saat melawan Lyon. Agen Sbobet Indonesia