Agen Sbobet Indonesia Legenda Italia Roberto Mancini

Legenda Italia  Roberto Mancini

Legenda Italia : Roberto Mancini

Agen Sbobet Indonesia – Seorang pesepakbola brilian dengan pikiran yang cerdas, karir Roberto Mancini benar-benar sebuah kisah luar biasa.

Mancini dibesarkan di sebuah wilayah pertanian di pedesaan Marche. Kehidupannya saat itu, seperti banyak anak laki-laki seusianya, sebagian besar diisi dengan agama dan sepakbola. Dia lalu pindah ke akademi sepakbola Bologna pada usia muda, tiga belas tahun dan sempat mengalami masa susah. “Aku rindu keluargaku, sehingga tidak bahagia. Saat itu merupakan masa-masa sulit.”, Mancini bercerita dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Meskipun awal karir profesionalnya tidak begitu lancar, kemampuan Mancini tidak pernah diragukan. Tawaran menarik untuk pindah ke Sampdoria diterimanya hanya satu tahun setelah dia beragabung Bologna.

Di Sampdoria lah dirinya mulai dikenal di Italia sebagai salah satu pemain paling berbakat di generasinya.  Bermain sebagai seorang deep-lying striker, Mancini bisa membalik arah sebuah permainan dalam sekejap. Dia merupakan seorang seniman sepakbola sejati, dia bisa mengumpan, menembak, mendribel, berlari, dan melakukan finishing dengan amat mudah. Walaupun dia tidak pernah mencetak lebih dari 15 gol dalam satu musim, kejeniusan Mancini membuatnya dikenal seluruh penghuni jagad persepakbolaan Italia. Kemampuannya pun dikenal di level nasional saat dia meraih cap pertamanya bersama tim nasional Italia pada tahun 1984 dalam usia muda 20 tahun. Paolo Mantovani, seorang pengusaha minyak kaya, kemudian mengambil alih kepemilikan klub asal kota Genoa tersebut dan membawa klub itu menuju periode terbaik dalam sejarahnya di mana Mancini memainkan peran teramat vital.

Pada tahun 1985, Mancini muda memenangkan medali pertamanya saat Sampdoria meraih trofi Coppa Italia perdana mereka. Setahun kemudian Il Doria merekrut Vujadin Boskov sebagai pelatih dan pada tahun 1988 Sampdoria mengulang sukses Coppa Italia mereka. Saat itu Mancini merupakan separuh dari kombinasi I Gemelli del Gol – The Goal Twins – yang terkenal, dengan pemain depan Italia Gianluca Valli. “Dia memiliki keinginan, kemampuan untuk selalu memberikan umpan terakhir”, kisah Vialli. Meskipun keduanya merupakan bagian dari skuad bertabur bintang, duo Mancini-Vialli lah yang menjadi headline koran.

Kemampuan finishing maut Vialli dilengkapi dengan sempurna oleh visi menakjubkan dari Mancini. Dari sentuhan ringan hingga umpan sederhana, chip mengejutkan hingga voli menakjubkannya, Mancini selalu bisa menciptakan momen ajaib bagi La Samp. Pada tahun 1989 Mancini dan kawan-kawan kalah di final UEFA Cup Winners’ Cup dari Barcelona yang saat itu dipimpin Johan Cruyff yang termahsyur. Musim berikutnya mereka bisa meraih prestasi yang lebih baik dengan memenangkan ajang itu. Meskipun performanya di klub luar biasa, Mancini tidak ikut ambil bagian dalam perjuangan Italia di Piala Dunia 1990 di negaranya sendiri. Pelatih Azeglio Vicini lebih memilih Roberto Baggio untuk berperan sebagai pemain nomer 10. Agen Sbobet Indonesia